\

Diikuti Ribuan Pelari, Tangerang 10K Kolaborasi Olahraga, Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan UMKM

KLIKTANGERANG1.COMKOTA TANGERANG – Sebanyak 2.438 peserta, mulai dari pelari lokal hingga mancanegara, ambil bagian dalam ajang Tangerang 10K yang merupakan kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dengan Kompas Event. Acara ini dibuka langsung oleh Walikota Tangerang, Sachrudin.

“Tentunya Tangerang 10K ini bukan hanya sekadar lomba lari, tetapi juga momentum untuk mempromosikan gaya hidup sehat sekaligus menunjukkan bahwa Kota Tangerang memiliki fasilitas dan ekosistem yang memadai untuk menjadi tuan rumah berbagai event olahraga berskala nasional maupun internasional,” ujar Walikota Tangerang usai melepas peserta yang mengambil titik start dan finish di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, Minggu pagi 7 September 2025.

Sachrudin menambahkan, terpilihnya Kota Tangerang sebagai lokasi penyelenggaraan salah satu ajang lari terbesar tersebut menjadi bukti bahwa kota yang mengedepankan sportainment dan sport tourism ini ramah bagi para penggemar olahraga.

“Di Kota Tangerang ini juga banyak komunitas lari yang sering mengikuti event di luar kota. Dengan adanya Tangerang 10K, kami ingin membuktikan bahwa Kota Tangerang dapat menjadi rumah bagi para atlet dan pecinta olahraga, khususnya pelari,” ungkapnya.

Melihat pelaksanaan Tangerang 10K yang perdana ini, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kota Tangerang mengaku sangat bangga dan terharu dengan antusiasme masyarakat yang begitu luar biasa. Ribuan pelari dari berbagai kota hadir dan meramaikan Kota Tangerang sejak pagi hari.

Dikatakan Kaonang, ini menjadi bukti bahwa Tangerang memiliki potensi besar sebagai tuan rumah event olahraga berskala nasional. Lomba lari Tangerang 10K bukan hanya kompetisi, tetapi ruang kolaborasi antara olahraga, pariwisata, ekonomi kreatif dan pelaku UMKM lokal.

“Sekaligus momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kota Tangerang melalui olahraga lari. Ini adalah sport tourism dan sportainment yang jadi gaya hidup di Sport City,” tutur Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kaonang.

Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Adi Prinantyo mengungkapkan hal serupa, yang menilai antusiasme pelari terlihat sejak area start hingga garis finis.


Ia juga menyoroti kehadiran dukungan masyarakat kota yang membuat atmosfer lomba terasa sangat hidup. Menurutnya, sebagai ajang yang pertama kali digelar, catatan waktu para pelari menunjukkan performa yang cukup impresif, bahkan beberapa di antaranya berhasil mencatatkan personal best

“Tangerang 10K juga diisi oleh The Frontliner terpilih yang turut berkompertisi sekaligus memberikan warna tersendiri, tetapi juga meningkatkan level kompetisi Tangerang 10K sebagai ajang yang inklusif namun tetap memiliki standar persaingan yang kuat,” ujarnya. 

CEO Regional IV Bank BJB Ujang Aep Saepulloh menyampaikan, Tangerang 10K perdana ini juga menjadi bukti bagaimana sinergi lintas pihak mampu menciptakan penyelenggaraan yang hangat dan partisipatif. 

“Dapat dilihat dari antusiasme para pelari yang datang ke Kota Tangerang untuk mengikuti Tangerang 10K perdana, bahwa kolaborasi antara berbagai pihak mulai dari pemerintah kota, penyelenggara, komunitas, dinas-dinas, kepolisian, hingga masyarakat berjalan dengan sangat baik,” sebutnya.

Ia menambahkan, kehadiran BJB Teras Lokal di race village dan aktivitas UMKM di sekitar area acara menjadi salah satu bukti bagaimana kegiatan ini mendorong ekonomi lokal. 

Kolaborasi ini, menurutnya, sejalan dengan komitmen Bank BJB dalam mendukung gaya hidup sehat, penguatan ekonomi daerah, dan pertumbuhan ekosistem olahraga yang berkelanjutan. 

Ribuan pelari meramaikan penyelenggaraan perdana Tangerang 10K yang merupakan ajang lari buah kolaborasi Pemerintah Kota Tangerang bersama Harian Kompas dan Bank BJB, Minggu pagi 7 Desember 2025.

Mengambil start dan finis di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Tangerang 10K dirancang khusus untuk memberikan pengalaman lebih dari sekadar kompetisi.  


Setiap kilometer lintasan Tangerang 10K menghubungkan para pelari dengan denyut kehidupan Kota Tangerang. Dari kawasan pemerintahan yang menjadi simbol perjalanan kota modern, hingga ruas Jalan Daan Mogot yang menjadi nadi pergerakan masyarakat sehari-hari. 

Saat pelari memasuki segmen Kota Lama, suasana pun perlahan berubah. Taman Makam Pahlawan Taruna, Masjid Agung Al-Ittihad dengan kubah kerucut bernuansa Tionghoa, dan kawasan titik nol Kota Benteng menghadirkan lanskap budaya yang bertaut antara masa kini dan masa lampau. 

Di sepanjang Pasar Lama, bangunan cagar budaya seperti Museum Benteng Heritage, Kelenteng Boen Tek Bio, dan Masjid Jami Kalipasir menyuguhkan potongan sejarah Kota Tangerang yang jarang tersingkap dalam keseharian. 

Deretan bangunan tua serta suasana pecinan yang masih terjaga menjadi panorama yang menemani langkah para pelari, memperlihatkan bagaimana jejak masa lampau kota tersebut tetap hidup di tengah modernitas. 

Kemeriahan Tangerang 10K semakin terasa berkat ragam cheering dan atraksi budaya yang disiapkan untuk menyemangati pelari di sepanjang rute. Dukungan masyarakat yang memadati berbagai titik rute.

Ini menjadikan Tangerang 10K bukan hanya ajang berlari, tetapi juga ruang bersama untuk merayakan identitas kota.  Suasana ini sekaligus menghidupkan tema Run the Story yang diusung Tangerang 10K. Tema tersebut mengajak para pelari dan masyarakat untuk ikut menuliskan ceritanya bersama Kota Tangerang. 

Setiap dukungan warga, atraksi budaya, hingga titik-titik rute yang dilalui menjadi bagian dari cerita kolektif yang dirayakan pagi itu, memperlihatkan bagaimana Kota Tangerang tumbuh melalui kebersamaan warganya. 

Penyelenggaraan Tangerang 10K tahun ini juga menorehkan catatan capaian yang membanggakan. Para pelari terbaik dari berbagai kategori menunjukkan performa impresif sejak garis start. 

Di kategori National Female, Nefriana Ariance Daik tampil sebagai juara dengan catatan waktu 00:36:53. Sementara gelar Master Female diraih Cecilia Thrisna Gunawan dengan waktu 00:45:27, dan kemenangan Frontliner Female diamankan oleh Yvonne Hillery Betiyang finis dengan waktu 00:45:33. 

Pada kelompok pria, Rikki Marthin Luther S, keluar sebagai pemenang National Male dengan waktu 00:31:25. Di kategori Master Male, Abdul Haris mencatat waktu tercepat 00:36:24, sedangkan Chandra Anugrah Pratama menjadi yang terbaik di kategori Frontliner Male dengan waktu 00:33:26.***

• Ateng Sanusih