\

Lesehan Sastra Pemuda, Dorong Literasi dan Pelestarian Budaya di Tengah Arus Digital

KLIKTANGERANG1.COM, KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang sangat mengapresiasi ruang kreatif yang digagas Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) melalui Lesehan Sastra Pemuda. Ini adalah langkah konkret dan mulia dalam merawat kesenian di tengah masyarakat.

Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, menegaskan itu saat membuka Lesehan Sastra Pemuda yang diinisiasi Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNPI Kota Tangerang di Gedung Pemuda, Jalan A Damyati Kota Tangerang, Jumat malam 17 Juli 2026.

Hadir pula pada acara tersebut Kepala Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kota Tangerang.
 
Lesehan Sastra Pemuda menjadi wadah bagi para pemuda untuk berekspresi sekaligus memperkuat budaya literasi melalui seni. Pemerintah Kota Tangerang pun mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai upaya menjaga eksistensi seni dan budaya di tengah perkembangan zaman.
 
Sekretaris Daerah Herman Suwarman menilai, derasnya arus digitalisasi menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda dalam mempertahankan budaya membaca dan mengembangkan literasi. 

Karena itu, kegiatan seperti Lesehan Sastra Pemuda dinilai mampu menjadi ruang alternatif yang produktif bagi anak muda untuk tetap berkarya sekaligus mencintai budaya.
 
“Meskipun saat ini kita berada di tengah derasnya arus digitalisasi dan besarnya tantangan literasi, langkah KNPI ini membuktikan bahwa pemuda Kota Tangerang tidak pasif, melainkan adaptif dan peduli pada akar budaya,” ujar Sekretaris Daerah Kota Tangerang.


Herman Suwarman berharap semangat literasi yang dibangun melalui seni dan sastra dapat terus berkembang serta melahirkan generasi muda yang kritis, kreatif, dan berkarakter.

Menurutnya, karya sastra juga dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan-pesan positif, memperkuat persatuan, sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Sementara itu Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang menambahkan dalam konteks literasi sastra, peran generasi muda sangat vital. Generasi muda menjadi pendorong utama dalam menghidupkan kembali minat dan apresiasi terhadap karya sastra.

“Ini menjadi semakin penting di era saat kini, di mana media digital menyajikan berbagai alternatif hiburan yang melimpah, bersaing untuk mendapatkan perhatian generasi muda,” jelasnya

Menurutnya, literasi sastra menjadi sangat penting dalam konteks generasi muda karena karya sastra melebihi sekadar hiburan. Sastra menjadi jendela ke dunia pengetahuan, pengalaman dan pemahaman yang mendalam.

“Karya sastra juga memiliki kekuatan untuk menggugah empati, karena membaca tentang pengalaman orang lain dapat memperluas pandangan dan menginspirasi rasa empati terhadap orang lain,” terang Kaonang.

Kegiatan Lesehan Sastra Pemuda diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga seniman sastra. Para peserta bergantian menampilkan pembacaan puisi dalam suasana lesehan yang hangat dan penuh kebersamaan.***

Ateng Sanusih

sumber: https://www.kliktangerang1.com/lesehan-sastra-pemuda-dorong-literasi-dan-pelestarian-budaya-di-tengah-arus-digital/