Walikota Tangerang Sachrudin mengatakan, liga ini bukan hanya menjadi ajang adu keterampilan sepak bola para santri, tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai persaudaraan, kebersamaan dan sportivitas di antara pondok pesantren.
“Liga Santri ini bukan sekadar pertandingan. Di balik setiap tendangan bola, ada pelajaran disiplin, kerja sama, sportivitas dan keberanian menghadapi tantangan. Inilah yang membuat ajang ini istimewa,” ujar Walikota Sachrudin.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa Liga Santri juga sejalan dengan visi Kota Tangerang sebagai Sport City yang tengah membangun iklim sportainment dan sport tourism.
“Olahraga bukan hanya hiburan, tapi juga investasi untuk membentuk generasi muda yang sehat, tangguh, dan berkarakter,” tambahnya.

Walikota Sachrudin pun optimistis, dari lapangan hijau Liga Santri, kelak akan lahir pesepakbola santri yang mampu memperkuat Persikota Tangerang bahkan mengharumkan Indonesia di kancah internasional.
Untuk itu, Sachrudin mengajak masyarakat untuk ikut meramaikan jalannya turnamen yang berlangsung di Stadion Benteng Reborn dan Stadion Mini Cipondoh mulai 26 September hingga 3 Oktober 2025.
Liga Santri Walikota Tangerang Open
Sementara itu Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang didampingi Sekretaris Dispora Helmiati dan Ketua Tim Kerja Olahraga Dispora Edi Ruhiyat mengungkapkan pada kompetisi Liga Santri Piala Walikota Tangerang 2025, apresiasi bukan cuma untuk tim juara, tetapi juga diberikan kepada top skor, kiper terbaik dan pemain terbaik.
Pada putaran kompetisi Liga Santri Piala Walikota Tangerang tahun depan, kata Kaonang direncanakan digelar secara open. Artinya bukan hanya tim pondok pesantren dari wilayah Tangerang, tetapi diikuti pula kesebelasan dari daerah lain di Tanah Air.
“Insyaa Allah pesertanya di tahun depan mencapai 100 tim dari pondok pesantren di seluruh Indonesia. Soal venue, kini di Kota Tangerang ada Stadion Benteng Reborn, Stadion Nambo Krida Arena, Stadion Sudimara Barat, Stadion Mini Cipondoh dan tahun depan sudah bisa dipakai Satdion Mini Porci di Cibodas,” ungkap Kepala Dispora Kaonang.
Pada Liga Santri tahun 2025 ini, sambung Kaonang para pemain dan pelatih disertakan dalam program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Melati.
“Bila ada pemain yang cedera saat pertandingan, maka langsung ditangani oleh tenaga medis dari Rumah Sakit Melati dan biayanya ditanggung BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.***
• Ateng S
sumber : https://bantenkini.id/sachrudin-buka-liga-santri-26-tim-perebutkan-piala-walikota-tangerang-2025/