Wakil Menteri Koperasi Ajak Fatayat NU Tambah Kemampuan Diri untuk Tingkatkan Ekonomi
MEDIAREPUBLIKAN.COM, KOTA TANGERANG – Wakil Menteri Koperasi Indonesia Farida Farichah mengajak warga Fatayat NU untuk menambah kemampuan diri yang dapat meningkatkan ekonomi.
Ajakan itu disampaikannya dalam Ruang Selaras Gebyar Ramadhan Kariim Al-Ittihad yang digelar Pengurus Cabang Fatayat NU bersama Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kamis pagi 5 Maret 2026.
Hadir pada kesempatan itu Pembina Fatayat NU Kota Tangerang Rini Rizqiyya Maryono, Asisten Adminsitrasi Umum Pemerintah Kota Tangerang Deni Koswara, Sekretaris Dispora Kota Tangerang Helmiati, Kabid Pemuda Dispora Wildan Widyaswara serta undangan lainnya.
Farida Farichah menyampaikan program Presiden Prabowo Subianto yakni Koperasi Merah Putih yang ada di 104 kelurahan di Kota Tangerang.
“Kita berharap perempuan-perempuan Kota Tangerang termasuk yang di Fatayat NU bisa menjadi penggerak koperasi kelurahan merah putih. Nah, memang koperasi kelurahan merah putih ini dijadikan oleh pemerintah untuk masyarakat yang ada di kelurahan,” ungkap Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah.

Wakil Menteri Koperasi mengaku sangat senang bila kaum perempuan bersama-sama menggerakkan ekonomi masyarakat yang ada di Kota Tangerang. Dikatakannya, Fatayat NU bukan hanya bergerak di bidang pendidikan, kesehatan dan sosial, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat. Untuk itu, Farida Farichah mendorong perempuan Indonesia untuk menjadi pelaku ekonomi.
Sementara itu Pembina Pengurus Cabang Fatayat NU Kota Tangerang, Rini Rizqiyya Maryono mengungkapkan di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kita bisa berkumpul di acara Ruang Selaras yang diselenggarakan Pengurus Cabang Fatayat NU Kota Tangerang. Selaras yakni seni leadership, adaptasi digital dan rahasia love language.
Menjadi selaras, kata Rini, itu bukan soal siapa yang paling dominan atau siapa yang paling mengontrol. Rahasianya ternyata ada pada pemahaman. Di era digital kita dituntut cepat beradaptasi. Tapi dalam hubungan manusia, kita perlu kembali ke hal dasar, yaitu love language atau bahasa cinta.
Kalau kita tahu bahwa cinta anggota tim kita di oragnisasi atau anak-anak dan suami di rumah, Insyaa Allah komunikasi akan lebih cair dan target pun tercapai tanpa perlu ada drama yang berlebihan.
“Saya melihat di sini wajah-wajah multitasking. Ada yang aktif di organisas Fatayat NU, majelis ta’lim dan lain-lain. Tapi di sisi lain kita juga “manajer utama” di rumah tangga,” tutup Rini Rizqiyya Maryono.***
•Ateng Sanusih
sumber: https://www.mediarepublikan.com/wakil-menteri-koperasi-ajak-fatayat-nu-tambah-kemampuan-diri-untuk-tingkatkan-ekonomi/